PT. Tritama Banyu Naturalindo

Fresh Tuna dari Indonesia Timur

Secara geografis, Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan dengan dua pertiga luas lautan lebih besar daripada daratan. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia terdiri dari 17.499 pulau dengan panjang garis pantai 81.000 km dan luas perairannya terdiri dari laut teritorial, perairan kepulauan dan perairan pedalaman seluas 2,7 juta km atau 70% dari luas wilayah.

Dikenal sebagai negara dengan potensi sumber daya alam yang sangat banyak, khususnya di bidang kemaritiman. Kekayaan laut Indonesia terlihat dari keanekaragaman hayati biota laut. Laut Indonesia memiliki 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut, dan 950 spesies biota terumbu karang. Maka Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia (marine mega-biodiversity).

Laut Indonesia memiliki angka potensi lestari yang besar, yaitu 6,4 juta ton per tahun. Potensi lestari adalah potensi penangkapan ikan yang masih memungkinkan bagi ikan untuk melakukan regenerasi hingga jumlah ikan yang ditangkap tidak mengurangi populasi ikan. Berdasarkan aturan internasional, jumlah tangkapan yang diperbolehkan adalah 80 persen dari potensi lestari atau sekitar 5,12 juta ton per tahun. Kenyataannya, jumlah hasil tangkapan ikan di Indonesia belum mencapai angka itu. Artinya, masih ada peluang untuk meningkatkan jumlah tangkapan yang diperbolehkan.

Di Indonesia bagian barat rata-rata kedalaman laut 75 meter. Jenis ikan yang banyak ditemukan adalah ikan pelagis kecil. Di kawasan Indonesia Timur rata-rata kedalaman laut 4.000 meter. Jenis ikan yang banyak ditemukan ikan pelagis besar seperti cakalang dan tuna. Selain ikan di lautan, penduduk Indonesia melakukan budidaya ikan di daerah pesisir. Banyak masyarakat mengembangkan usaha budidaya ikan dengan tambak. Salah satu jenis ikan yang dikembangbiakkan di tambak adalah ikan nila.

Indonesia merupakan negara produsen perikanan tuna terbesar ketiga dunia, dengan kontribusi 16 persen produk perikanan tuna dunia (FAO dan SOFIA/State of World Fisheries and Aquaculture, 2018). Komoditas tongkol, cakalang, dan tuna (TCT) berkontribusi 20 persen untuk produk perikanan nasional